JAKARTA – Rabu/05/2026 Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) secara resmi telah melayangkan laporan pengaduan masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait dugaan tindak pidana korupsi pada Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Rawajitu SPP IPIL di Kabupaten Mesuji, Lampung. Proyek di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS MS) ini menjadi sorotan tajam karena kondisinya yang rusak parah dan tidak berfungsi meski menelan anggaran fantastis.
Ketua Umum FORMMASI, Sapriyansah, menegaskan bahwa langkah pelaporan ke KPK merupakan bentuk komitmen mahasiswa dan rakyat dalam mengawal transparansi anggaran negara, terutama yang menyentuh hajat hidup petani.
"Kami dari FORMMASI telah menyerahkan draf laporan dan bukti-bukti pendukung ke KPK. Proyek senilai Rp97,8 miliar ini kami duga kuat menjadi ladang korupsi karena hasilnya nihil. Infrastruktur sepanjang 93 kilometer yang seharusnya mengairi sawah, kini justru hancur dan menjadi bangunan tak berguna," ujar Sapriyansah dalam keterangan persnya di Jakarta.
Sapriyansah menambahkan, kondisi fisik proyek tahun jamak 2020-2023 tersebut sangat memprihatinkan. Keretakan pada dinding beton dan amblasnya fondasi di berbagai titik mengindikasikan adanya pengurangan kualitas material dan lemahnya pengawasan dari pihak BBWS MS.
"Kami tidak ingin uang rakyat menguap begitu saja tanpa manfaat. FORMMASI mendesak KPK untuk segera turun ke lapangan dan melakukan penyelidikan. Persoalan ini sudah viral dan meresahkan masyarakat di Lampung. Harus ada tindakan tegas agar memberikan efek jera bagi para kontraktor dan pejabat yang bermain-main dengan proyek irigasi ini," tegasnya.
Dalam tuntutannya, FORMMASI meminta KPK untuk:
Mengaudit Investigasi seluruh dokumen kontrak dan pelaksanaan fisik di lapangan guna menemukan kerugian negara yang nyata.
Memanggil dan Memeriksa pimpinan BBWS Mesuji Sekampung, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta kontraktor pelaksana.
Mengusut Tuntas indikasi suap atau gratifikasi yang menyebabkan proyek berkualitas rendah ini tetap lolos dalam proses serah terima.
"FORMMASI akan berdiri di garda terdepan bersama masyarakat. Kami menunggu nyali KPK untuk membongkar kotak pandora di balik proyek irigasi gantung ini. Jangan sampai rakyat dikorbankan demi keuntungan segelintir oknum," pungkas Sapriyansah.
