QueenNews.co / PESAWARAN — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengapresiasi lonjakan signifikan persentase kelulusan siswa asal sekolah daerah yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026. Salah satu capaian monumental dicatatkan oleh SMAN 1 Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, yang berhasil meloloskan 99,42 persen lulusannya ke bangku kuliah kenamaan nasional.
Thomas menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengikis kesenjangan mutu pendidikan antara kota dan daerah penyangga. Pembinaan intensif melalui Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah II dinilai sukses mendongkrak daya saing sekolah di luar pusat kota.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. SMAN 1 Tegineneng ini luar biasa, dari 173 murid, sebanyak 172 di antaranya lolos PTN. Hanya satu yang belum, dan mudah-mudahan bisa menyusul lewat jalur mandiri," ujar Thomas saat memberikan keterangan, Jumat (29/5/2026).
Keberhasilan ini, menurut Thomas, tidak datang tiba-tiba. Dinas Pendidikan Provinsi Lampung rupanya menerapkan strategi khusus dalam mendampingi para siswa tingkat akhir, yakni lewat pemetaan akademik yang presisi sejak dini.
"Strategi yang kita coba terapkan adalah pemberlakuan passing grade. Ada analisis skor berkala terhadap kemampuan siswa, sehingga mereka bisa menentukan pilihan jurusan yang jauh lebih realistis dan tepat sasaran," jelas Thomas.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari 172 siswa SMAN 1 Tegineneng yang lolos, sebanyak 35 siswa masuk melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 13 siswa lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan mayoritas sebanyak 124 siswa sukses menembus jalur SPAN/PTKIN, SMBP-PAN, serta Poltekkes.
Thomas menambahkan, fenomena meroketnya angka kelulusan PTN ini tidak hanya terjadi di Tegineneng. Tren serupa juga terlihat di sejumlah sekolah di Kabupaten Lampung Utara, seperti SMAN 3 Kotabumi yang meloloskan hampir 130 siswa tahun ini—melonjak tajam dari tahun lalu yang hanya 59 siswa—serta grafik positif di SMAN 7 Kotabumi.
Bagi Thomas, potret ini mematahkan stigma bahwa fasilitas dan prestasi mentereng hanya milik sekolah-sekolah di ibu kota provinsi seperti Bandarlampung.
"Kami ingin memastikan perhatian pemerintah tidak terpusat di kota saja. Sekolah di daerah memiliki kualitas dan daya saing yang tidak kalah bersaing di tingkat nasional jika diberi pembinaan dan dukungan yang sama," tegasnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, Thomas mengumumkan dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah SMA dan SMK se-Provinsi Lampung. Agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil capaian tahun ini, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah strategis jangka panjang agar mutu pendidikan Lampung bergerak maju secara serentak. (Red)

