QueenNews.co / JAKARTA — Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah infografis yang viral secara masif. Unggahan tersebut menyoroti kemiripan fisik yang dinilai luar biasa antara dua pejabat publik: Budi Arie Setiadi (Mantan Menteri Kominfo) dan Dadan Hindayana (Kepala Badan Gizi Nasional/BGN).
Narasi yang berkembang di kalangan netizen bahkan mulai berspekulasi liar, menduga adanya hubungan kekerabatan atau ikatan darah yang disembunyikan di antara keduanya. Namun, apakah kemiripan visual ini berbasis fakta genetik, atau sekadar fenomena kebetulan yang dipolitisasi?
Infografis yang beredar di platform digital membedah secara detail kesamaan fitur wajah kedua tokoh tersebut. Netizen menjabarkan setidaknya empat poin kemiripan utama:
Bentuk Wajah dan Dahi: Kedua tokoh memiliki struktur wajah yang serupa dengan garis rambut yang tinggi.
Bentuk Mata dan Hidung: Kemiripan pada sorot mata dan pangkal hidung yang dinilai identik.
Senyuman dan Ekspresi: Mimik wajah saat menghadap kamera yang dianggap bak "pinang dibelah dua".
Beberapa akun media sosial terpantau melontarkan komentar spekulatif. Akun @RakyatJujur menulis, "Mirip banget, kayak kembar. Pasti ada hubungan darah nih!" Sementara akun @SuaraNetizen berseloroh mengenai kemungkinan adanya hubungan "saudara jauh yang baru ketemu di pemerintahan."
Namun, isu ini tidak berhenti pada sekadar kemiripan fisik. Di balik narasi "kembaran", terdapat tendensi politik yang disisipkan oleh pembuat infografis, termasuk ajakan provokatif untuk memberikan opini terkait perombakan kabinet.
Untuk menguji kesahihan klaim netizen, penelusuran terhadap latar belakang keluarga dan asal-usul kedua tokoh menjadi poin krusial. Berdasarkan data biografi resmi, kedua tokoh ini ternyata tumbuh dan besar di lingkungan serta latar belakang keluarga yang sama sekali berbeda.
Budi Arie Setiadi lahir di Jakarta pada 20 April 1969. Ia memiliki latar belakang suku dan keluarga yang berasal dari Jawa/Sumatra, serta menempuh jalur akademis di Universitas Indonesia (UI).
Di sisi lain, Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 24 Mei 1967. Beliau merupakan putra daerah berdarah Sunda yang menghabiskan banyak masa akademis dan karier awalnya di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Perbedaan latar belakang etnis, geografis, dan silsilah keluarga ini secara ilmiah memperkecil—bahkan mematahkan—peluang adanya hubungan darah dekat seperti yang dituduhkan di media sosial.
Secara sains, kemiripan wajah antara dua orang yang tidak saling kenal dan tidak memiliki hubungan keluarga bukanlah hal baru. Fenomena ini dikenal luas dengan istilah Doppelgänger.
Menurut studi genetika modern, meskipun manusia memiliki miliaran variasi wajah, kode genetik yang mengatur struktur wajah (seperti jarak antara mata, bentuk dahi, dan rahang) jumlahnya terbatas. Di dunia dengan populasi miliaran jiwa, secara matematis sangat mungkin ada dua orang yang memiliki kombinasi genetik wajah yang hampir identik tanpa memiliki ikatan kekerabatan langsung.
Pengamat komunikasi politik menilai bahwa viralnya infografis ini bukan sekadar hiburan netizen, melainkan sebuah upaya framing politik. Penggabungan isu kemiripan fisik dengan narasi desakan pemecatan ("DiResuffle / PECAT From link Kabinet Merah Putih") mengindikasikan adanya upaya menggunakan komparasi visual untuk memicu sentimen negatif atau delegitimasi posisi politik salah satu pihak.
Dalam kode etik jurnalistik, penting untuk memisahkan antara opini liar di media sosial dengan fakta yang dapat diverifikasi. Hingga saat ini, tidak ada bukti valid, baik berupa dokumen sipil, catatan kependudukan, maupun pernyataan resmi, yang mendukung klaim bahwa Budi Arie Setiadi dan Dadan Hindayana memiliki hubungan darah.
Publik diimbau untuk lebih kritis dalam mencerna informasi visual di media sosial. Kemiripan fisik adalah fenomena biologis yang lumrah terjadi secara acak, dan mengaitkannya secara langsung dengan konspirasi nepotisme atau hubungan darah tanpa basis data yang sah merupakan bentuk misinformasi yang menyesatkan.(Mel)

