Lampung Timur//Queen news.co.id-- Sungguh miris, para pekerja Pembangunan Gedung Laboratorium Terintegrasi
Institut Agama Islam Negeri Metro (IAIN METRO), yang dilaksanakan oleh PT. LINCE ROMAULI RAYA dengan Nilai Kontrak Rp. 45.737.161.000,-
(Empat Puluh Lima Milyar Tujuh Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta Seratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah) dari Sumber dana SBSN, tahun anggaran 2025 dengan waktu pelaksanaan 160 hari kalender tersebut terkesan menghiraukan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kamis (29/01/2025).
Pasalnya, saat beberapa awak media meninjau ke lokasi Pekerjaan, rata-rata para pekerja tidak menghiraukan keselamatan kerja.
Kelalaian K3 tersebut tidak terlepas
dari peran pengawas maupun penyedia dalam pelaksanaan pembangunan fisik Laboratorium tersebut bisa berjalan sesuai aturan yanga ada.
Seharusnya para pengawas dilapangan, selain memastikan kualitas mutu material dan pembangunannya sesuai, maka harus tegas juga memastikan keselamatan para pekerja.
Selain itu, kualitas material pasir yang dipergunakan untuk pembangunan laboratorium tersebut masih ditemukan bercampur lumpur.
Seharusnya, para pengawas harus memastikan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan dalam spesifikasi mulai dari bahan, tenaga dan alat, demi menjaga kualitas hasil pekerjaan.
Menanggapi hal tersebut, Supendi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung Laboratorium IAIN Metro menyampaikan, baik terimakasih infonya, ini saya cek lapangan apakah pasir tersebut untuk adukan atau yg lain. Kemarin saya minta pasir tersebut untuk urugan pekerjaan landscape.
Saya investigasi lagi apakah benar info ini dan siapa yang perintahkan ini, apakah mandor atau oknum soalnya saya sudah larang dan akan saya bongkar kalau ada yg pakai pasir campur lumpur," ungkapnya.
Masih dikatakan, terkait K3 tersebut memang kadang pekerjanya bandel saya tau sendiri, apalagi pekerja lokal.
Ya, target saya zero accident, alhamdulillah sampai hari ini aman, tapi tetap k3 adalah prioritas," ungkapnya.(Arwan)
