Kepala Desa Bibinoi Bungkam di Tengah Banjir, Baru Bergerak Setelah BPBD Turun Tangan

Redaksi NEWS
0



QueenNews.co.id / Halmahera Selatan — Musibah banjir yang melanda Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, memantik kemarahan warga. Pasalnya, Kepala Desa Bibinoi, Munir Kasuba, dinilai bungkam dan tidak peduli terhadap penderitaan masyarakat. Ironisnya, sang kepala desa baru terlihat hadir dan meninjau kondisi desa setelah tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun ke lapangan.


Sudah beberapa hari terakhir banjir merendam pemukiman warga Bibinoi. Sejumlah rumah tergenang air, aktivitas warga lumpuh, dan sebagian perabot rumah tangga rusak akibat terendam. Tidak sedikit keluarga yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Namun, di tengah situasi darurat tersebut, Munir Kasuba tidak kunjung hadir memberi arahan ataupun menunjukkan kepeduliannya.


“Kami sudah berteriak, bahkan sampai bersuara lewat media massa, tapi kepala desa tetap saja bungkam. Warga butuh pemimpin yang hadir di tengah penderitaan, bukan pemimpin yang lebih memilih tidur ketika masyarakatnya kesusahan,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.


Kekecewaan warga semakin memuncak ketika mereka melihat kenyataan bahwa Kepala Desa Munir Kasuba baru bergerak setelah tim BPBD Halsel tiba di sekitar Desa Bibinoi. Bagi masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sang kepala desa hanyalah karena sorotan dari pihak luar, bukan dari kesadaran dan tanggung jawab sebagai pemimpin.


“Lucu sekali, begitu tim BPBD datang, barulah kepala desa muncul. Kalau tidak ada petugas dari kabupaten, mungkin dia tetap berdiam diri. Pemimpin macam apa begitu? Kami sudah lama jadi korban banjir, tapi setiap kali masalah sama terus,” sindir warga lainnya.


Warga menilai sikap kepala desa semakin mempertegas lemahnya kepemimpinan di Desa Bibinoi. Mereka menilai, bencana banjir bukanlah hal baru, melainkan masalah tahunan yang seharusnya diantisipasi dengan solusi nyata. Namun kenyataannya, dari tahun ke tahun warga hanya dibiarkan menjadi korban tanpa ada langkah konkret dari pemerintah desa.


“Kami selalu kena banjir, tapi desa tidak pernah menyiapkan solusi. Tidak ada drainase, tidak ada penanganan darurat. Kalau hanya tunggu BPBD yang turun, buat apa ada kepala desa?” tegas seorang tokoh masyarakat.


Masyarakat kini mendesak pemerintah kabupaten, khususnya BPBD Halmahera Selatan, untuk tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga mengevaluasi kepemimpinan Munir Kasuba. Menurut mereka, sudah saatnya ada teguran keras dari Bupati Halsel terhadap kepala desa yang abai terhadap warganya.


Kami butuh pemimpin yang peduli, bukan pemimpin yang hanya bergerak karena dipantau pihak luar. Kalau begini terus, lebih baik kepala desa diganti saja,” seru warga dengan nada kecewa.


Kemarahan warga Bibinoi kini semakin menggema. Suara protes terhadap Munir Kasuba bukan hanya karena banjir kali ini, tetapi juga akumulasi dari berbagai masalah sebelumnya, mulai dari ketidaktransparanan, jarangnya kepala desa hadir di lapangan, hingga minimnya program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (Redaksi) 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!