Hendarsam dan Ambisi Jaga WNI di Negeri Orang

Admin Redaksi
0



Bali — Senyum khas mantan advokat yang kini duduk di kursi Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, berulang kali menyapa para peserta Rapat Koordinasi Fungsi Keimigrasian di Bali, Kamis, 8 Oktober 2026. Di balik penampilannya yang necis dan retorikanya yang memikat, pria kelahiran Tanjung Karang, Lampung, 22 Desember 1977 ini menebar ramuan manis bertajuk pengawasan preventif demi melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.  


"Perlindungan WNI di luar negeri harus dimulai sebelum persoalan terjadi," kata Hendarsam saat menutup rapat koordinasi perwakilan RI se-dunia tersebut.  


Aksi panggung politikus Partai Gerindra yang kini memegang tampuk keimigrasian itu memang lihai memanjakan mata dan telinga para diplomat maupun atase. Hendarsam menggarisbawahi pentingnya tiga mantra keimigrasian: pengawasan yang preventif, berbasis data, serta terintegrasi.  


Dengan gaya bicaranya yang luwes namun lugas—layaknya sang pengacara kawakan yang biasa bersilat lidah di muka persidangan—Hendarsam menjanjikan perubahan sistematis. Ia menyebut pemetaan keberadaan WNI dan deteksi dini bakal jadi jimat utama. Harapannya, riak-riak masalah klasik seperti benturan dokumen perjalanan, tenggat izin tinggal, hingga jeritan WNI yang terdesak dalam situasi rentan bisa dirawat dan ditangani lebih cepat.  


Namun, manisnya narasi di atas panggung tentu tak cukup hanya dibayar dengan godaan janji manis. Publik—khususnya para pekerja migran yang kerap gigit jari—menunggu pembuktian apakah instruksi sang Dirjen benar-benar sakti atau sekadar pemanis buaian.  


Di hadapan para Atase Imigrasi dan Staf Teknis yang hadir, Hendarsam tak lupa menyelipkan pesannya. Ia mewanti-wanti anak buahnya agar tak tergoda melenceng dan tetap menjaga integritas. Penguatan sinergi dengan otoritas setempat serta merangkul komunitas masyarakat Indonesia sebagai mitra informasi disebutnya sebagai harga mati.  


"Pesan Dirjen jelas: bekerja dengan integritas, menjaga sinergi, dan melindungi WNI dengan sepenuh hati," demikian bunyi petikan penutup narasi resmi otoritas keimigrasian tersebut.  


Slogan "Di manapun WNI berada, kehadiran negara harus terasa. Imigrasi untuk Rakyat" pun bergema di akhir forum. Kini, bola panas ada di tangan Hendarsam. Apakah wibawa dan karismanya sebagai pimpinan baru Imigrasi mampu mewujudkan perlindungan yang riil bagi WNI, ataukah janji perlindungan "sepenuh hati" ini cuma sebatas rayuan gombal di tepi pantai Bali?


Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!