Demo Besar Guncang BNNP Lampung: Ketum Gepak Tuntut Transparansi Kasus Narkoba, Aparat Jangan Jadi Keparat!!!

Melanniati
0

QueenNews.co.id / Bandarlampung — Kota Bandarlampung memanas. Ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat, aliansi, dan media turun ke jalan hari ini, Selasa, 16 September 2025, dalam sebuah demonstrasi besar menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan terhadap kasus narkoba. 


Aksi ini secara spesifik menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung.


Dimulai dari Bundaran Tugu Adipura, massa yang membawa mobil komando, spanduk, dan pengeras suara melakukan long march menuju Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung. 


Mereka mengecam keras lambannya penanganan kasus narkoba yang menyeret nama penting dari organisasi HIPMI, yang sebelumnya diamankan di Hotel Grand Mercure.


Dalam orasinya, para demonstran menyerukan agar aparat tidak hanya tajam ke bawah tetapi juga tegas ke atas. "Jika benar ada pengurus HIPMI yang terjerat narkoba, BNN wajib segera menahannya, bukan melindungi!" teriak salah satu orator, memicu gelombang dukungan dari kerumunan.



Ditempat yang sama, Ketua Umum Gepak Lampung, Wahyudi, menyampaikan kritik tajam terhadap BNNP Lampung yang dinilai kurang transparan. Ia mendesak agar BNNP tidak berlindung di balik aturan dan menghindari kesan adanya perlakuan istimewa. "Skandal ini aib bagi organisasi HIPMI," tegas Wahyudi.


Selain mendesak penahanan pelaku, Wahyudi juga mendesak BNNP untuk membongkar jaringan pemasok ekstasi yang beroperasi melalui media sosial. "Kita tetap konsen tuntaskan target BNN tangkap bandar narkoba," ujarnya, menyerukan agar aparat bertindak tegas dan tidak menjadi keparat.


Wahyudi, berulang kali mengingatkan massa untuk tetap kondusif dan tidak berbenturan dengan aparat kepolisian demi menjaga nama baik Gubernur Lampung, "Demi menjaga marwah Gubernur Lampung yang baru saja menjadi contoh bagi provinsi lain bahwa aksi di Lampung kondusif, saya berharap aksi massa tetap menjaga ketertiban sehingga tidak berbenturan dengan aparat kepolisian," tutup Wahyudi. 


Setelah menyampaikan tuntutan di BNNP, massa bergerak menuju Polda Lampung untuk membuat laporan resmi, menunjukkan keseriusan mereka untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.


Aksi ini menjadi pengingat yang mencolok bagi publik: transparansi dan keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, tidak peduli siapa yang terlibat.[mel]


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!