Kampus Dan Kebebasan

Redaksi
0


Oleh: Asmu Jauhati 


Malut/ QueenNews.Co.Id/- Saat ini, kehidupan di kampus berada dalam bahaya karena pihak kampus membatasi ruang demokrasi. Padahal, seharusnya kampus menjadi tempat untuk bertemu ide-ide kritis, akademis, dan bahkan yang berseberangan." Selasa, 19 Agustus 2025

Kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah: baik era Reformasi di Indonesia maupun Revolusi Kebudayaan Prancis 1968 menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk merubah struktur sosial, hirarki, dan suasana akademik. Namun, idealisme kampus hanya dapat tercapai jika ada kesetaraan. Kesetaraan di antara mahasiswa adalah yang menghidupkan tradisi kritik, diskusi, dan pertukaran pendapat yang didukung oleh pengetahuan dan argumen. Tradisi kritik di dalam kampus sebenarnya bukan suatu ancaman, melainkan bagian dari proses membangun pengetahuan." Katanya 

Kritik dalam dunia akademik bukanlah suatu hal yang aneh atau salah. Sebenarnya, ilmu pengetahuan yang kuat hanya dapat muncul setelah melalui berbagai kritik. Jika kebebasan untuk berdemokrasi di kampus dibatasi, maka hilangnya tradisi kritik dapat menandai kematian kampus. Namun, kematian tradisi kritik hanyalah tampak di permukaan; masalah yang lebih mendalam adalah ketidakadilan yang telah berakar dalam kehidupan kampus. Ucapnya 

Ketidakadilan ini bukanlah kondisi yang alamiah, melainkan ditimbulkan oleh sistem dan struktur yang ada. Seiring waktu, struktur yang tidak seimbang itu dianggap sebagai hal biasa, bahkan meresap menjadi ideologi yang menanamkan kepatuhan buta dalam diri warga kampus. Mahasiswa pun diperlakukan layaknya pekerja yang tunduk pada aturan yang menindas." Jelasnya 

Keadaan ini semakin parah dengan adanya pengesahan dari hukum negara dan kebijakan di dalam kampus, seperti tinggiya biaya kuliah dan peraturan rektorat yang tidak menguntungkan mahasiswa. Semua ini terus memperkuat budaya feodal dalam pendidikan tinggi. Tuturnya 

Ketidakadilan dalam hubungan antara dosen, mahasiswa, dan birokrat kampus membuat birokrasi dipandang seperti entitas suci yang tidak boleh dikritik. Mengkritik sistem manajemen dianggap sebagai hal yang tabu. Padahal, universitas seharusnya menjadi ruang pertemuan ide dari berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, kebebasan untuk menyatakan pendapat di kampus tidak boleh dibatasi dengan alasan apa pun. Pungkas


Said Jumat 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!