Dugaan Bukti Baru Kematian Akim, Gepak: Hasil Otopsi dan Rahasia Besar PT Get Map Perlu Diusut

Publisher
0

QueenNews.co.id / Bandarlampung — Kematian Anwar Hakim, atau yang akrab disapa Akim, di sebuah rumah di Perumahan Nuwo Sriwijaya, Hajimena, Lampung Selatan, beberapa bulan lalu, masih menyisakan misteri. Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (Gepak) Lampung, yang sejak awal menduga adanya pembunuhan, kini mengungkap bukti-bukti baru yang dinilai janggal.


Ketua Umum Gepak Lampung, Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari keluarga korban mengenai kejanggalan dalam proses otopsi dan penanganan kasus oleh pihak kepolisian. "Menurut laporan beberapa keluarga almarhum, ada banyak hal yang tidak wajar dari kasus ini," ujar Wahyudi pada Kamis (21/8/2025).


Hasil Otopsi: Indikasi Kuat Penganiayaan

Wahyudi mengungkapkan bahwa hasil otopsi jenazah Akim di RS Bhayangkara menunjukkan sejumlah luka yang menguatkan dugaan kekerasan. Berdasarkan informasi dari keluarga korban, hasil otopsi yang disaksikan oleh penyidik dan kanit penemuan mayat itu menyebutkan:

•Patah tulang pada bagian rahang.

•Luka sobek akibat sayatan di dada sebelah kanan.

•Luka gores di tangan kanan.

•Luka gores di dahi yang disebabkan oleh sayatan kuku.

•Ditemukan zat kimia yang disiramkan hingga menyebabkan tubuh korban melepuh.


"Bukti medis ini tidak bisa dianggap sepele, ini jelas menunjukkan adanya unsur kekerasan," tegas Wahyudi, yang menilai hasil otopsi tersebut menjadi indikasi kuat bahwa kematian Akim bukan kejadian biasa.


Rahasia Besar di Balik Kematian Korban?

Selain luka-luka yang mengarah pada penganiayaan, Wahyudi juga menduga ada rahasia besar di balik kasus ini. Menurutnya, Akim diduga menyimpan informasi penting terkait pekerjaannya di PT Get Map.


Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan salah satu kakak korban, yang berinisial S. Kepada Gepak, S mengaku bahwa sebelum meninggal, adiknya pernah bercerita tentang rahasia berbahaya terkait perusahaan tempatnya bekerja. "Adik saya pernah cerita bahwa dia tahu sebuah rahasia yang jika dibongkar akan kacau dan bahaya," kata S.


S bahkan mengaku pernah menasihati Akim agar tidak terlalu jauh terlibat dan tidak membocorkan rahasia tersebut.


Penanganan Polisi yang Dinilai Lamban dan Janggal

Gepak juga menyoroti lambannya penanganan kasus oleh pihak kepolisian. Wahyudi menyebutkan bahwa polisi tidak segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mayat Akim ditemukan.


"Saya mendapatkan laporan bahwa polisi tidak pernah datang untuk mengecek TKP setelah ditemukannya korban. Polisi baru datang setelah rumah tersebut sudah dibereskan oleh orang dari perusahaan PT Get Map," ungkap Wahyudi.


Ia menjelaskan bahwa rumah korban justru lebih dulu dibersihkan oleh pihak perusahaan atas perintah pimpinan PT tersebut. Polisi baru bergerak setelah didesak oleh Gepak, namun saat tiba di lokasi, TKP sudah dirapikan.


Dengan serangkaian kejanggalan yang terungkap, Gepak Lampung mendesak kepolisian untuk tidak menunda penyelidikan lebih dalam. "Bukti sudah jelas bahwa ada kejanggalan, bahkan faktor adanya pembunuhan," tegas Wahyudi. "Oleh karena itu, kami mendesak agar kasus ini diungkapkan dan dibongkar siapa saja yang terlibat dalam kematian Akim." (Redaksi) 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!